Standar Prosedur Operasional Membuat Yoghurt

Dalam mengolah yoghurt kita harus mempunyai standar produksi yang telah kita tentukan sebelum nya, sehingga hasil dari produksi kita akan baik dan bisa di terima oleh konsumen kita.

Beberapa Hal yang harus kita perhatikan dalam memulai membuat standar opersional prosedur produksi adalah :

1.       Catat dan simpan
Catat semua aktivitas dan resep dalam suatu media catat yang bisa kita simpan dan menjadi suatu patokan, untuk di lihat nanti oleh kita dan para pegawai.
Catat bahan baku dalam skala Gram/ milli liter.
Catat semua aktivitas dalam soft copy dan hard copy.

2.       Perhatikan waktu (log timing)
Waktu adalah hal yang paling pengaruh dalam pembuatan yoghurt, karena yoghurt bahan baku utama nya berupa laktos tinggi. Permasalahan dalam usaha dengan bahan baku laktos tinggi seperti dalam yoghurt ini adalah kita berlomba dengan bakteri pembusuk yang berkembang juga di dalam laktos itu. Sehingga makin cepat kita selesaikan produksi, maka kita akan bisa makin kecil menghindari kegagalan produksi karena rusak nya bahan baku susu.

3.       Perhatikan Temperatur atau Suhu (log Temperature)
Suhu pun merupakan factor yang utama dalam sukses nya produksi kita.
Suhu susu yang paling utama, agar susu yang akan kita olah tidak rusak. Suhu penyimpanan yang baik untuk susu adalah 0-4C atau suhu kulkas, dan tidak bisa di simpan terlalu lama dalam suhu di atas 0-4C (suhu ruang).
Begitu juga suhu bahan baku lainnya, harus kita perhatikan secara seksama.

4.       Alur produksi

Perhatikan alur produksi ketika masuk ke dalam rumah produksi kita, missal ketika susu murni datang kita simpan dalam cold room, kemudian kita pindahkan ke dalam mesin pasterisasi dan kemudian kita masukan ke dalam wadah simpan untuk di fermentasi, dan seterusnya….
Alur produksi seperti itu kita harus catat dan jaga supaya sama setiap kali produksi, sehingga produksi yoghurt nya akan menghasilkan kualitas yang sama setiap produksi



usaha yoghurt
ALUR PRODUKSI